Palembang — Dinamika politik di Sumatera Selatan kembali menghangat. Fenomena sejumlah figur yang selama ini dikenal dekat dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dikabarkan memilih “menyebrang” ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai mencuat ke ruang publik.
Informasi tersebut dilansir dari akun Facebook Tribun Sumsel yang mengulas perkembangan politik terkini di Sumatera Selatan. Dalam unggahan tersebut disebutkan, beberapa nama yang selama ini lekat dengan PDIP kini dikabarkan telah bergabung dengan PSI, meskipun sebagian di antaranya masih berstatus kader PDIP.
Nama-nama yang disebut antara lain mantan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo, yang kini disebut-sebut diplot sebagai Ketua DPW PSI Sumsel. Selain itu, terdapat pula mantan Ketua DPRD Ogan Komering Ilir (OKI) Abdiyanto, mantan anggota DPRD Sumsel Erwin, mantan anggota DPRD Palembang Toni, serta sejumlah nama lainnya.
Ketua Harian DPW PSI Sumsel, Hairil Moerni, membenarkan bahwa kepemimpinan DPW PSI Sumsel saat ini berada di bawah Heri Amalindo. Ia menyebutkan, pengukuhan kepengurusan hanya tinggal menunggu waktu.
“Benar, saat ini DPW PSI Sumsel dipimpin oleh Pak Heri Amalindo dan tinggal menunggu pengukuhan resmi,” ujar Hairil Moerni sebagaimana dikutip dalam unggahan tersebut.
Unggahan ini pun menuai beragam tanggapan dari warganet. Akun Facebook atas nama Amer Wan menilai perpindahan kader tidak akan berdampak signifikan bagi PDIP.
“PDIP tidak ada pengaruh sedikitpun, walaupun kadernya Heri Amalindo pindah partai PSI,” tulisnya.
Senada, akun Agung Raka menegaskan bahwa PDIP merupakan partai besar yang tidak kekurangan sumber daya kader.
“PDIP tidak pernah kekurangan kader yang hebat, hilang satu tumbuh seribu,” tulisnya disertai emoji jempol.
Namun, pandangan berbeda disampaikan akun Facebook Siswo Pranoto Jaya. Ia meluruskan status Heri Amalindo yang menurutnya bukan kader PDIP.
“Heri Amalindo bukan kader PDIP. Beliau ASN yang pernah menjabat Pj Bupati dan setelah pensiun maju sebagai calon kepala daerah yang diusung PDIP,” tulisnya.
Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa isu kepindahan figur politik dari satu partai ke partai lain masih menyisakan ruang tafsir dan perdebatan di tengah masyarakat. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari PDIP Sumsel terkait status keanggotaan sejumlah nama yang disebut dalam unggahan tersebut. (EH).
