Ratusan Alsintan Turun ke PALI, Asgianto Gaspol Wujudkan Lumbung Padi Nasional

Ratusan Alsintan Turun ke PALI, Asgianto Gaspol Wujudkan Lumbung Padi Nasional

Daerah
Spread the love

PALI, SUMSEL — Prestasi demi prestasi terus ditorehkan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, ST. Baru sekitar 10 bulan menjabat, ratusan unit Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bantuan Pemerintah Pusat resmi tiba di PALI, Rabu (24/12/2025), di Lapangan Gelora 10 November Pendopo.

Bantuan berskala besar ini menjadi bukti nyata keberhasilan kepemimpinan Bupati Asgianto dalam memperjuangkan kepentingan petani dan sektor pangan daerah. Alsintan tersebut akan didistribusikan kepada Brigade Pangan dan kelompok tani di seluruh wilayah PALI, guna mendongkrak produktivitas pertanian, khususnya padi.

“Ini bentuk perhatian serius pemerintah pusat kepada PALI. Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan ratusan Alsintan ini. Peralatan ini sangat dibutuhkan petani dan menjadi kunci peningkatan produksi beras,” ujar Bupati Asgianto kepada awak media.

Bupati menegaskan, dalam waktu singkat kepemimpinannya, berbagai bantuan strategis dari pusat berhasil ditarik ke PALI. Ia menyebut kolaborasi dan komunikasi politik yang kuat sebagai faktor penting keberhasilan tersebut, termasuk peran sang istri, Dwi Septaria, anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

“Melalui komunikasi yang intens dan perjuangan politik yang sehat, aspirasi masyarakat PALI berhasil sampai ke pemerintah provinsi dan pusat, termasuk kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman,” ungkapnya.

Tak ingin bantuan disalahgunakan, Pemkab PALI mengambil langkah tegas dengan menggandeng Kepolisian dan Kejaksaan Negeri untuk mengawasi pemanfaatan Alsintan. Bupati menegaskan, seluruh peralatan tersebut dilarang diperjualbelikan.

“Alsintan ini harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk meningkatkan hasil pertanian, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegas Asgianto.

Tak hanya Alsintan, PALI juga menjadi bagian penting dari Program Nasional Cetak Sawah. Tahun 2025 ini, sekitar 200 hektare sawah baru telah berhasil dibuka. Target ambisius pun dipasang untuk 2026, yakni penambahan hingga 3.000 hektare sawah baru.

“Jika target ini tercapai, PALI siap menjadi salah satu lumbung padi nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani secara signifikan,” jelasnya.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada petani, Pemkab PALI juga menyiapkan kebijakan strategis untuk melindungi harga panen. Mulai 1 Januari 2026, pemerintah daerah akan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, serta membeli hasil panen petani, yang sebagian akan diserap untuk kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab PALI.

Langkah-langkah progresif ini menegaskan komitmen Bupati Asgianto dalam membangun PALI dari sektor pangan, menjadikan pertanian sebagai pilar utama kemandirian ekonomi daerah. (TF).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *